![]() |
| Foto: DeiNo RithAn |
Bukit Seburi II – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan kembali ditunjukkan oleh masyarakat di Waihelan dalam kegiatan konstruksi jalan di areal Kudagook. Penggusuran jalan yang selama ini dinantikan warga akhirnya mulai dikerjakan dengan menggunakan alat berat, berkat dukungan dana swadaya yang dihimpun dari masyarakat.
Kegiatan pembukaan dan penggusuran badan jalan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses transportasi serta mempermudah mobilitas warga menuju lahan pertanian dan permukiman di sekitar kawasan Waihelan. Kehadiran alat berat di lokasi menjadi penanda dimulainya pekerjaan yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat.
Menariknya, seluruh biaya kegiatan penggusuran jalan ini tidak berasal dari Dana Desa maupun bantuan pemerintah. Pekerjaan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat yang secara sukarela memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa inisiatif pembangunan jalan lahir dari kebutuhan bersama. Selama ini akses menuju kawasan tersebut masih terbatas sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama saat mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan lainnya.
Ini merupakan hasil kesepakatan dan kerja sama masyarakat. Karena kebutuhan jalan sangat mendesak, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk mendatangkan alat berat dan memulai pekerjaan, ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan alat berat mulai melakukan penggusuran dan pembentukan badan jalan. Sejumlah warga juga turut hadir membantu pekerjaan di lapangan, baik dalam bentuk tenaga maupun dukungan logistik bagi para pekerja.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, warga mampu menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan desa.
Masyarakat berharap setelah proses penggusuran selesai, akses jalan tersebut dapat semakin mempermudah aktivitas ekonomi warga. Selain memperlancar transportasi hasil pertanian, keberadaan jalan yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang pengembangan wilayah di masa mendatang.
Bagi warga Waihelan, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan daerah mereka. Dengan mengandalkan dana dan partisipasi masyarakat sendiri, mereka membuktikan bahwa pembangunan dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan tekad untuk maju bersama.
Penggusuran jalan yang kini mulai berjalan menjadi langkah awal menuju terbukanya akses yang lebih baik bagi masyarakat Waihelan. Warga berharap semangat swadaya yang telah ditunjukkan dapat terus terpelihara dan menjadi inspirasi bagi upaya pembangunan lainnya di kemudian hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar